Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya GYS untuk memastikan pengembangan kebun jambu kristal tetap diperhatikan dan dikelola dengan baik. Pemantauan secara berkala menjadi langkah penting agar tanaman yang telah ditanam dapat terus tumbuh dan berpotensi menghasilkan manfaat di masa mendatang.

Melanjutkan Pengembangan Lahan Wakaf Produktif
Program kebun jambu kristal GYS berawal dari kegiatan penanaman 100 bibit pohon jambu kristal pada 9 Agustus 2025. Penanaman tersebut menjadi langkah awal pemanfaatan lahan wakaf produktif seluas kurang lebih satu hektare yang direncanakan untuk dikembangkan menjadi kebun jambu kristal.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan lahan, tetapi juga memiliki tujuan jangka panjang, yaitu mendukung pemberdayaan ekonomi anak yatim binaan GYS.
Melalui pengembangan kebun tersebut, GYS berharap lahan wakaf dapat menjadi aset produktif yang memberikan nilai manfaat secara berkelanjutan. Karena itu, proses pengelolaannya perlu mendapat perhatian, mulai dari penanaman, pemantauan, hingga perawatan tanaman.

Pemantauan sebagai Bagian dari Tanggung Jawab Pengelolaan
Dalam pengembangan kebun produktif, penanaman bukanlah satu-satunya tahapan yang perlu diperhatikan. Tanaman yang telah ditanam juga membutuhkan pemantauan dan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik.
Kegiatan kontroling yang dilakukan GYS menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan kebun sekaligus memperhatikan kondisi lahan wakaf produktif. Melalui pemantauan ini, pengelolaan kebun diharapkan dapat terus berjalan secara terarah dan sesuai dengan tujuan awal program.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk tanggung jawab GYS dalam menjaga amanah wakaf. Sebab, aset wakaf yang dikelola secara produktif membutuhkan perhatian dan keberlanjutan agar potensi manfaatnya dapat diwujudkan.

Mengembangkan Wakaf untuk Kemandirian Anak Yatim
Salah satu tujuan utama pengembangan kebun jambu kristal ini adalah menghadirkan sumber manfaat yang dapat mendukung program pemberdayaan ekonomi anak yatim binaan GYS.
Ke depannya, hasil kebun diharapkan dapat dikembangkan menjadi salah satu sumber pendukung kegiatan pendidikan, sosial, dan kesehatan anak yatim. Selain itu, program ini juga memiliki potensi menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal dunia pertanian, pengelolaan hasil panen, hingga pengembangan usaha produktif.
Dengan demikian, lahan wakaf tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari proses membangun kemandirian dan keterampilan anak yatim.

Menjaga Amanah, Menumbuhkan Manfaat Berkelanjutan
Bagi GYS, pengelolaan lahan wakaf produktif merupakan ikhtiar jangka panjang yang membutuhkan komitmen dan perhatian secara berkelanjutan. Setiap proses yang dilakukan, mulai dari penanaman hingga pemantauan, menjadi bagian dari upaya menjaga amanah agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
GYS berharap kebun jambu kristal di Picung, Pandeglang, dapat terus berkembang dan kelak menghasilkan panen yang bermanfaat bagi program pemberdayaan anak yatim.










